Jumat, 03 Oktober 2014

TRANS JABODETABEK

TRANS JABODETABEK



Trans Jabodetabek 1 Oktober 2014 resmi diluncurkan. Pada tahap awal dioperasikan 10 bus koridor Ciputat-Blok M. Trans Jabodetabek terkoneksi dengan halte Transjakarta (busway), sehingga dengan hanya membayar Rp 7.000, penumpang bisa bebas menggunakan bus Transjakarta tanpa mengeluarkan biaya tambahan.

Bus memiliki 30 tempat duduk dan bisa menampung 20 orang untuk berdiri. Bus dilengkapi dengan GPS (Global Positioning System) untuk memantau pergerakan bus selama beroperasi. Selain itu bus juga dilengkapi kamera CCTV untuk memantau aktivitas di dalam bus.

Kamis, 29 Mei 2014

ISTANA NEGARA

 ISTANA KEPRESIDENAN


Pemerintah Republik Indonesia memusatkan kegiatan pemerintahannya, di Istana Kepresidenan yang berada di Jakarta. Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta terletak di Jalan Merdeka Utara, berdekatan dengan Taman Monumen Nasional, berada di jantung ibu kota negara.

Istana Kepresidenan Jakarta terdiri dari dua bangunan istana, yaitu Istana Merdeka, yang menghadap ke Taman Monumen Nasional, dan Istana Negara yang menghadap ke Sungai Ciliwung, Jalan Veteran. Kedua istana ini dihubungkan dengan halaman tengah yang luasnya kira-kira setengah lapangan bola. Selain itu terdapat pula bangunan lain yang termasuk ke dalam lingkungan Istana Jakarta, yaitu Kantor Presiden, Wisma Negara, Masjid Baiturrahim, dan Museum Istana Kepresidenan.


1. Istana Negara

Istana Negara dibangun tahun 1796-1804 dan digunakan sebagai tempat kediaman pribadi seorang warga negara Belanda J.A van Braam . Pada tahun 1816 bangunan ini diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda dan digunakan sebagai pusat kegiatan pemerintahan serta kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Karenanya pada masa itu istana ini disebut juga sebagai Hotel Gubernur Jendral.

Pada mulanya bangunan yang berarsitektur gaya Yunani kuno itu bertingkat dua, namun pada tahun 1848 bagian atasnya dibongkar, dan bagian depan lantai bawah dibuat lebih besar untuk memberi kesan lebih resmi. Bentuk bangunan hasil perubahan 1848 inilah yang bertahan sampai sekarang, tanpa perubahan yang berarti. Luas bangunan ini lebih kurang 3.375 meter persegi.

Banyak peristiwa penting yang terjadi di Istana Negara. Diantaranya ialah ketika Jendral de Kock menguraikan rencananya kepada Gubernur Jendral Baron van der Capellen untuk menindas pemberontakan Pangeran Diponegoro dan merumuskan strateginya dalam menghadapi Tuanku Imam Bonjol. Juga saat Gubernur Jendral Johannes van de Bosch menetapkan sistem tanam paksa atau cultuur stelsel. Setelah kemerdekaan, tanggal 25 Maret 1947, di gedung ini terjadi penandatanganan naskah persetujuan Linggarjati. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Dr. Van Mook.

Istana Negara berfungsi sebagai pusat kegiatan pemerintahan negara, diantaranya menjadi tempat penyelenggaraan acara - acara yang bersifat kenegaraan, seperti pelantikan pejabat - pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah, dan rapat kerja nasional, pembukaan kongres bersifat nasional dan internasioal, dan tempat jamuan kenegaraan. Sesuai dengan fungsi istana ini, pajangan serta hiasannya cenderung memberi suasana sangat resmi. Bahkan kharismatik. Ada dua buah cermin besar peninggalan pemerintah Belanda, disamping hiasan dinding karya pelukis - pelukis besar, seperti Basoeki Abdoellah.

Sejak masa pemerintahan Belanda dan Jepang sampai masa pemerintahan Republik Indonesia, sudah lebih kurang 20 kepala pemerintahan dan kepala negara yang menggunakan Istana Negara sebagai kediaman resmi dan pusat kegiatan pemerintahan Negara.


2. Istana Merdeka

Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Louden dan selesai pada tahun 1879 pada masa pemerintahan Gubernur Jendral Johan Willem van Landsbarge. Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas 2.400 meter persegi, dirancang oleh arsitek Drossares. Istana Merdeka juga dikenal dengan nama Istana Gambir.

Pada masa awal pemerintahan Republik Indonesia, istana ini menjadi saksi sejarah dilakukannya penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Republik Indonesia Serikat diwakili oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX, sedangkan Kerajaan Belanda diwakili oleh A.H.J Lovink, Wakil Tinggi Mahkota di Indonesia.
Setelah penandatanganan naskah kedaulatan Republik Indonesia Serikat, bendera merah putih dikibarkan menggantikan bendera Belanda, bersamaan dengan dinyanyikannya lagu Indonesia Raya dan pekik merdeka oleh bangsa Indonesia. Sejak saat itu nama Istana Gambir diganti menjadi Istana Merdeka.

Istana Merdeka yang juga menjadi tempat kediaman resmi Presiden Republik Indonesia ini, terdiri dari serambi depan yang biasa digunakan untuk panggung kehormatan pada upacara Peringatan Detik - Detik Proklamasi setiap tanggal 17 Agustus. Disini juga Presiden menyambut tamu negara yang sebelumnya diterima dengan upacara militer di halaman depan.

Ruangan selanjutnya yang berada di bagian paling depan adalah Ruang Kredensial. Di tempat ini Presiden menerima surat - surat kepercayaan duta besar negara sahabat yang akan bertugas di Indonesia. Ruang ini juga berfungsi sebagai tempat penandatanganan naskah kerjasama antara Pemerintah Indonesia dan negara lain, yang disaksikan oleh Presiden dan Kepala Negara / Pemerintah yang bersangkutan. Juga malam hari setiap tanggal 17 Agustus, di ruangan ini diadakan Resepsi Kenegaraan, dimana Presiden dan Wakil Presiden menerima ucapan selamat dari para kepala perwakilan negara negara asing.
Selain itu ada ruangan yang dinamai Ruang Jepara karena perabotan yang mengisi ruangan ini didominasi gaya ukiran Jepara. Juga ada Ruang Raden Saleh yang terletak berhadapan dengan Ruang Jepara. Dinamai Ruang Raden Saleh karena pada dinding ruangan ini tergantung lima buah lukisan karya Raden Saleh Syarief Boestaman.
Ruangan yang terbesar adalah Ruang Resepsi, dimana terdapat dua buah lukisan karya Basoeki Abdoellah berjudul "Pergiwa Pergiwati" yang diambil dari kisah Mahabharata dipasang di dinding sebelah Timur, dan lukisan berjudul "Jaka Tarub" yang merupakan legenda rakyat Jawa dipasang di dinding sebelah Barat

Ruangan terakhir yang ada di Istana Merdeka adalah Ruang Bendera Pusaka yang digunakan untuk meletakkan Bendera Pusaka yang pertama kali pada tanggal 17 Agustus 1945 dan duplikatnya pada setiap tanggal 16 -17 Agustus.

Di halaman Istana Merdeka, terdapat sebuah tiang bendera yang tingginya 17 meter. Setiap tanggal 17 Agustus di tiang ini dikibarkan duplikat Bendera Pusaka dalam rangka Peringatan Detik - Detik Proklamasi.

Saat ini istana sedang menantikan kedatangan penghuni baru. Pertarungan 2 kandidat Presiden sedang berlangsung dengan sangat seru. Kandidat unggulan Jokowi sedang berupaya menghadapi serangan bertubi-tubi kandidat lainnya Prabowo.Siapakah yang akan berhak duduk di singgasana istana? Jawabannya akan ditentukan pada pemilihan Presiden tanggal 9 Juli 2014 mendatang.

Joko Widodo



Prabowo Subianto






Angkutan umum melalui Istana Negara :

  • Busway koridor 1 trayek Blok M - Kota, turun di halte Monumen Nasional, lalu berjalan kira-kira 300 meter ke arah Utara.

Senin, 07 April 2014

GEDUNG DPR/MPR



GEDUNG DPR/MPR

Pemilu legislatif 2014 akan dimulai besok 9 April 2014. Para calon legislatif dari 15 partai peserta pemliu 2014 akan bertarung merebut hati rakyat untuk mendapatkan tempat mengisi kursi yang tersedia di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR), Senayan. Sebelumnya warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri sudah menyalurkan hak pilihnya mulai tanggal 30 Maret-6 April 2014. Seperti apa Gedung DPR/MPR itu? Inilah sekilas infonya


Gedung DPR/MPR



Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR) didirikan pada 8 Maret 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mencetuskan untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang merupakan wadah dari semua New Emerging Forces. Anggota-anggotanya direncanakan terdiri dari negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, negara-negara Sosialis, negara-negara Komunis, dan semua Progresive Forces dalam kapitalis.

Conefo dimaksudkan sebagai suatu tandingan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Melalui Keppres No. 48/1965, Soekarno menugaskan kepada Soeprajogi sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (PUT). Menteri PUT kemudian menerbitkan Peraturan Menteri PUT No. 6/PRT/1965 tentang Komando Pembangunan Proyek Conefo.


PEMBANGUNAN
Bertepatan dengan Perayaan Dasa Warsa Konferensi Asia-Afrika pada 19 April 1965 dipancangkanlah tiang pertama pembangunan proyek political venues di Komplek Senayan Jakarta. Rancangan Soejoedi Wirjoatmodjo Dpl Ing ditetapkan dan disahkan presiden pada 22 Februari 1965. Maketnya menampakkan seluruh bangunan komplek dan rancangan aslinya tampak keseluruhan saat dipandang dari Jembatan Semanggi.

Ketika pembangunannya dilanjutkan oleh pemerintah Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto, nuansa danau buatan tak tampak dan bangunan komplek terlihat ketika melewati Jalan Gatot Subroto. Ruang Arkada di bawah tanah ditiadakan dan luasnya menjadi 60 ha, dengan luas bangunan sekitar 80.000 m2.


GEDUNG
Komplek DPR/MPR terdiri dari Gedung Utama (Nusantara) yang berbentuk kubah, Nusantara I atau Lokawirasabha setinggi 100 meter dengan 24 lantai, Nusantara II, Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V. Di tengah halaman terdapat air mancur dan "Elemen Elektrik". Juga berdiri Gedung Sekretariat Jenderal dan sebuah Masjid. Atas amandemen Undang-undang Dasar 1945 (UUD'45), dalam Komplek DPR/MPR telah berdiri bangunan baru untuk kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Komplek DPR/MPR tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelah barat berbatasan dengan Jalan Gelora, sebelah Selatan dengan Komplek Kantor Menteri Olahraga RI, Komplek Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan Komplek Taman Ria Senayan, di sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Gatot Subroto, dan Komplek Menteri Kehutanan di sebelah Utaranya.

Angkutan umum melalui Gedung DPR/MPR :
  1. Busway koridor 9 trayek Pinang Ranti - Pluit
  2. Busway koridor 1 trayek Blok M - Kota
  3. PPD  213 trayek Kampung Melayu - Grogol

Kamis, 16 Januari 2014

Bus Tingkat Pariwisata

 BUS TINGKAT  PARIWISATA (CITY TOUR BUS)


Hari ini Jakarta resmi memiliki bus tingkat pariwisata. Bus- bus tingkat tersebut akan melayani rute melalui beberapa objek wisata di Jakarta diantaranya Museum Nasional(Museum Gajah). 


Bus Tingkat Pariwisata (City Tour Bus)

Bus memiliki kapasitas 60 tempat duduk. Di bagian bawah, kursi yang tersedia berjumlah 18 dan di bagian atas 42. Kursi tersusun dalam dua baris. Bus tersebut juga memiliki jendela-jendela yang besar sehingga penumpang bisa melihat pemandangan di luar dengan leluasa. Bus ini juga dilengkapi dengan penyejuk udara dan 6 kamera CCTV. Warna Bus didominasi oleh warna ungu dan hijau dengan tulisan "Wisata Keliling Ibukota" dan "City Tour Jakarta" di badan bus. Setiap bus diawaki tiga orang yakni pengemudi, pemandu wisata, dan petugas keamanan. Waktu operasional jam 09:00 -21:00 WIB.

Setelah diresmikan, bus-bus tingkat tersebut masih dioperasikan dalam masa uji coba sampai tiga bulan kedepan dan penumpang yang naik tidak dikenakan biaya atau gratis.Setelah melewati masa uji coba, selanjutnya akan diterapkan sistem tiket. Sehingga, bagi yang ingin menaiki bus tingkat tersebut harus memiliki tiket terlebih dahulu.Tiket dapat diperoleh di hotel, bandara, dan pusat perbelanjaan.

Rute yang dilayani yakni : Bundaran HI-Medan Merdeka Barat-Harmoni-Juanda-Gedung Kesenian Jakarta-Gereja Kathedral-Masjid Istiqlal-Juanda-Medan Merdeka Utara-Istana Negara-Balai Kota-MH Thamrin-Bundaran HI.

Selanjutnya akan ada lagi rute tambahan untuk tahap kedua : Bundaran HI-Sudirman-Semanggi-Gatot Subroto-Hotel Sultan-JCC-TVRI-Hotel Mulia-Senayan (Plaza Senayan dan Senayan City)-Patung Pemuda-Sudirman-Semanggi-Bundaran HI.


Kamis, 09 Januari 2014

Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

 MONUMEN PANCASILA SAKTI LUBANG BUAYA


Museum Lubang Buaya itulah sebutan umum untuk kompleks tempat berdirinya Monumen Pancasila Sakti, sebuah tempat di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia(G30S/PKI) yang terjadi tanggal 30 September 1965.

Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengenang Peristiwa pengkhianatan Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI), upaya untuk menggantikan ideologi negara(Pancasila) dari ancaman ideologi komunis. Pada peristiwa ini gugur tujuh Pahlawan Revolusi setelah diculik dan dibunuh dengan kejam oleh orang PKI. Ketujuh Pahlawan Revolusi tersebut ialah Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Siswandono Parman, Jenderal Suprapto, Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Jenderal MT Haryono, Jenderal Donald Ifak Panjaitan, dan Kapten Pierre Andreas Tendean. Ketujuhya diabadikan dalam bentuk patung yang berdiri pada sebuah alas yang berbentuk lengkung dengan relief yang menggambarkan peristiwa mulai prolog, kejadian, serta epilog dan penumpasan G30S/PKI.

Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

Di areal kompleks Museum Lubang Buaya ini terdapat :
  • Museum Pengkhianatan PKI yang menceritakan sejarah pemberontakan PKI  di berbagai daerah yang dilengkapi dengan foto-foto dan diorama.
  • Sumur Maut dengan kedalaman 12 meter dan diameter 75 cm, tempat membuang tujuh pahlawan revolusi
  • Rumah Penyiksaan para pahlawan revolusi  sebelum akhirnya dibunuh.
  • Pos Komando tempat perencanaan penculikan para pahlawan revolusi dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung.
  • Dapur Umum tempat penyediaan konsumsi bagi para anggota PKI
  • Museum Paseban menampilkan berbagai diorama tentang rapat persiapan pemberontakan, latihan sukarelawan PKI, peristiwa penculikan Letnan Jenderal Ahmad Yani, penganiayaan di Lubang Buaya, pengangkatan jenazah pahlawan revolusi dan lain-lain.
  • Ruang Teater tempat memutar rekaman proses pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi dan prosesi pemakaman jenazah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

    Sumur Maut


Jam Buka    :  09:00 - 16:00
Harga Tiket :   Rp. 5.000


Angkutan umum melewati Museum Lubang Buaya :
  • Angkot K40 trayek Jati Asih - Kampung Rambutan turun di Museum Lubang Buaya (Angkot ini melalui terminal Pinang Ranti, Koridor 9 Busway Transjakarta)


Minggu, 01 Desember 2013

Gereja Katedral


 GEREJA KATEDRAL


Gereja Katedral Jakarta  merupakan sebuah gereja megah dengan gaya arsitektur neo-gotik khas Eropa. Bentuk bangunan gereja yang indah dan megah berhiaskan relief-relief cantik menjadi daya tarik utama Gereja Katedral. Selain bentuk dan desain yang unik, Gereja Katedral Jakarta juga memiliki berbagai koleksi yang menarik seperti patung, lukisan, pipe orgel, dan masih banyak lagi. 


LooGix
Gereja Katedral Jakarta
Dibangun sejak berabad-abad lalu. Sejarah pembangunan Gereja Katedral dimulai pada tahun 1826, ketika Leonardus Petrus Josephus Burggraaf Du Bus de Ghisignies yang menjabat sebagai Komisaris Jenderal di Batavia antara tahun 1825-1830 memerintahkan Ir. Tromp  merancang Gereja Katolik pertama di Batavia yang lahannya sekarang dipakai sebagai Gereja Katedral. Rancangan gereja baru berbentuk salib sepanjang 33 x 17 meter, namun karena kekurangan dana rencana tersebut tak pernah dilaksanakan. Akhirnya diputuskan merombak bangunan bekas kediaman panglima tentara Jenderal de Kock yang berada di area lahan tersebut  sehingga dapat digunakan sebagai gereja. Bangunan ini sebenarnya adalah gedung dengan sebuah ruangan luas di antara dua baris pilar. Di kedua sisi panjangnya dilengkapi dengan gang. Di tengah atap dibangun sebuah menara kecil enam persegi. Di sebelah timur sebagian dari rumah asli tetap dipertahankan untuk kediaman pastor dan di sebelah barat untuk koster. Altar Agungnya merupakan hadiah dari Komisaris Jenderal du Bus Ghisignies. Gereja yang panjangnya 35 meter dan lebarnya 17 meter ini pada tanggal 6 November 1829 diberkati oleh Monseigneur Prinsen dan diberi nama Santa Maria Diangkat ke Surga.

9 April 1890, 3 hari sesudah perayaan Paskah, bangunan gereja runtuh.

Pada pertengahan tahun 1891 mulai dilakukan peletakan batu pertama untuk memulai pembangunan kembali gereja yang runtuh.Bertindak selaku arsitek Pastor Antonius Dijkmans, SJ seorang ahli bangunan yang pernah mengikuti kursus arsitektur gerejani di Violet-le-Duc di Paris, Perancis serta Cuypers di Belanda. Setelah kurang lebih setahun berjalan pembangunan terpaksa dihentikan karena kurangnya biaya. Selain itu, pada tahun 1894 Pastor Antonius Dijkmans, SJ harus pulang ke Belanda karena sakit dan akhirnya meninggal dunia pada tahun 1922. Pembangunan dimulai kembali 16 Januari 1899 diarsiteki oleh M.J. Hulswit. Konstruksi besi kedua menara digambar dan dikerjakan oleh Ir. Van Es.

Ahirnya pembangunan gereja selesai, dan diresmikan oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, seorang Vikaris Apostolik Jakarta pada tanggal 21 April 1901.


Arsitektur & Eksterior Katedral

  • Arsitektur gereja dibuat dengan gaya neo gothik. Denah dengan bangunan berbentuk salib dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Pada kedua belah terdapat balkon selebar 5 meter dengan ketinggian 7 meter. Konstruksi bangunan ini dikerjakan oleh seorang tukang batu dari Kwongfu, China. konstruksi bangunan ini terdiri dari batu bata tebal yang diberi plester dan berpola seperti susunan batu alam. Dinding batu bata ini menunjang kuda-kuda kayu jati yang terbentang selebar bangunan.
  • Ada 3 menara di Gereja Katedral, yaitu: Menara Benteng Daud, Menara Gading dan Menara Angelus Dei. Menara ini dibuat dari besi. Bagian bawah didatangkan dari Nederland dan bagian atas dibuat di bengkel Willhelmina, Batavia.
  • Di menara gading terdapat jam yang pada mesinnya tertulis Van Arcken & Co.
  • Lonceng: Pada menara Benteng Daud terdapat lonceng yang dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken. Pada menara Gading terdapat lonceng yang lebih kecil dan disumbankan oleh Tuan Chasse. Lonceng yang terbesar bernama Wilhelmus yang merupakan hadiah dari Tuan J.H. de Wit.
  • Patung Kristus Raja: berada di halaman depan gereja.
  • Goa Maria: Bentuk fisiknya mirip dengan Goa Maria di Lourdes Perancis. Goa ini terdapat di halaman samping gereja.
  • Pintu Masuk Utama: terdapat patung Maria dan ada tulisan Beatam Me Dicentes Omnes' yang berarti "Semua keturunan menyebut aku bahagia".
  • Rozeta: merupakan jendela bercorak Rosa Mystica sebagai lambang dari Bunda Maria. Benda ini terletak di atas gerbang utama.


Interior Katedral

  • Serambi Gereja:
Pada pintu utama terdapat sebuah batu pualam yang isinya hendak memberitahu bahwa gereja ini didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901. Pada tembok sebelah selatan terdapat pualam putih yang menjelaskan bahwa gedung ini digambarkan oleh Antonius Dijkmans. Pada sisi kiri terdapat monumen "Du Bus" yang dibuat di Belgia dan dipersembahkan kepada umat katolik.
  • Ruang Umat:
- Pieta: replika dari karya Michaelangelo yang menggambarkan Maria yang memangku jasad Yesus setelah diturunkan dari salib.
- Lukisan Jalan Salib: dilukis di atas ubin yang dibuat oleh Theo Malkenboet.
- Mimbar pengetahuan: hadiah dari Imamat Mgr Luypen yang didirikan oleh Pastor Wenneker".
- Pipe Orgel: dibuat di Belgia pada tahun 1988.
- Lukisan foto Uskup: Wajah para uskup dan lambang serta motto yang bisa dinikmati melalui lukisan yang tergantung di dinding dekat pintu samping kiri-kanan gereja.
  • Panti Imam:
- Patung Ignatius de Loyola: terdapat pada pilar sebelah kiri di depan Altar Utama.
- Patung Franciscus Xaverius: terdapat di sebelah kanan. Seorang misionaris terkenal.
- Katedra: Tempat duduk uskup sewaktu memimpin misa.
- Bejana Pemandian: Terbuat dari marmer
- Altar: Altar utama (berhiaskan relief dan patung ke-12 murid Yesus serta Ignatius de Loyola dan Franciscus Xaverius); Relekui pada ketiga altarnya; altar Maria (berhiaskan relief kehidupan Bunda Maria); dan Altar Yoseph (berhiaskan relief kehidupan Santo Yosep).

Museum Katedral

Museum ini diresmikan pada tanggal 28 April 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmadja. Pembuatan museum Katedral diprakarsai oleh pastor kepala Katedral pada waktu itu, yaitu Pater Rudolf Kurris. Hal ini berawal dari rasa cinta Kurris terhadap sejarah dan benda-benda bersejarah. Menurutnya, benda-benda bersejarah itu dapat membangkitkan rasa kagum manusia terhadap masa lampau dan keinginannya menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi.Museum Katedral Jakarta berada di balkon ruang utama gereja yang biasa digunakan untuk misa. Lantai balkon itu dahulu digunakan untuk koor gereja, namun kini dimanfaatkan untuk memajang koleksi museum. Dari lantai balkon ini bisa disaksikan ruang utama Katedral Jakarta yang digunakan untuk beribadah.Museum ini terbuka untuk umum.

Koleksi museum diantaranya:
 - Teks doa berbingkai: Dua versi buku misa berbahasa Latin yang dipakai pada masa pra-Vatikan II.
 - Mitra dan tongkat gembala Paus Paulus VI
 - Piala dan Kasula Paus Yohanes Paulus II
 - Replika Pastoran
 - Perangko
 - Lukisan dari batang pohon pisang karya Kusni Kasdut
 - Replika perahu Pastor P. Bonnike, SJ
 - Relikui santo & santa
 - Orgel Pipa asli katedral
 - Mebel antik
 - Alat musik
 - Jam bandul
 - Perlengkapan ibadah
 

Museum Katedral Jakarta
Jl. Katedral 7B, Jakarta Pusat
Telp.: (021) 3519 186, Faks.: (021) 3509 952

Buka setiap hari Senin, Rabu, Jumat, jam 10.00-12.00 WIB
Tiket masuk: gratis
Pengunjung harus berbusana rapi dan sopan




JADWAL MISA KATEDRAL JAKARTA
 
Misa Harian :
Pk.06.00 WIB
Pk.18.00 WIB

Misa Jumat Pertama :
Pk.06.00 WIB
Pk.12.00 WIB
Pk.18.00 WIB
 
Misa Sabtu :
Pk.18.00 WIB
 
Misa Minggu :
Pk.06.00 WIB
Pk.07.30 WIB
Pk.09.00 WIB
Pk.11.00 WIB
Pk.17.00 WIB
Pk.19.00 WIB

Angkutan umum yang melalui Gereja Katedral :
    - Busway Transjakarta Rute Harmoni - PGC turun di halte Juanda
    - Kereta Rel Listrik trayek Jakarta Kota - Bogor turun di stasiun Gambir






Senin, 11 November 2013

Stasiun Gambir

Stasiun Gambir merupakan stasiun kereta api terbesar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Stasiun ini terletak di Jalan Medan Merdeka Timur No.19-27 (Silang Merdeka Tenggara), Jakarta Pusat. Stasiun ini dibangun pada dasawarsa 1930-an dengan nama Stasiun Koningsplen dan mendapatkan renovasi secara besar-besaran pada 1990-an. Stasiun Gambir beroperasi selama 24 jam dan melayani transportasi kereta api untuk tujuan-tujuan utama di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan kota lainnya.

Di stasiun Gambir tersedia porter atau kuli angkut bagi penumpang guna membantu para penumpang untuk membawakan barang-barang mereka. Para porter tersebut memakai seragam berwarna merah dengan tulisan “Gambir” sebagai tanda porter resmi di Stasiun Gambir. Selain itu, Stasiun ini menyediakan stand penitipan barang dan penukaran mata uang bagi penumpang. Penumpang juga tidak perlu khawatir mengenai angkutan umum karena tersedia loket pemesanan taksi perusahaan Blue Bird Grup di pintu keluar. Fasilitas lainnya yaitu tersedianya bus DAMRI tujuan Bandara Soekarno Hatta. Dan untuk memastikan keamanan stasiun, para petugas keamanan selalu siap siaga, baik di loket maupun di peron. Hal ini dilakukan untuk menjamin para penumpang dari tindakan kriminal.

Stasiun Gambir terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama terdapat Aula Utama, loket, toko, mesin ATM, serta beberapa restoran cepat saji seperti CFC, dan lainnya. Lantai kedua merupakan ruang tunggu dengan beberapa restoran dan kafetaria, sedangkan peron berada pada lantai ketiga.

Kereta yang diberangkatkan dari stasiun Gambir antara lain :

Kereta Tujuan Stasiun Pemberhentian Kelas
Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasarturi Cirebon, Pekalongan, Semarang Tawang Eksekutif Argo
Argo Dwipangga Solo Balapan Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta Tugu, Klaten Eksekutif Argo
Argo Lawu Solo Balapan Cirebon, Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta Tugu, Klaten Eksekutif Argo
Argo Muria Semarang Tawang Cirebon, Tegal, Pekalongan Eksekutif Argo
Argo Parahyangan Bandung Purwakarta, Padalarang Eksekutif Argo
Argo Sindoro Semarang Tawang Cirebon, Tegal, Pekalongan Eksekutif Argo
Bima Surabaya Gubeng Via Yogyakarta Tugu Jatibarang, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta Tugu, Solo Balapan, Madiun, Jombang, Mojokerto Eksekutif
Cirebon Ekspres Cirebon dan Tegal Jatibarang, Cirebon, Babakan, Losari, Tanjung, Brebes, Tegal Eksekutif/Bisnis
Gajayana Malang Cirebon, Purwokerto, Gombong, Kutoarjo, Yogyakarta Tugu, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Kepanjen Eksekutif
New Argo Jati Cirebon Jatibarang Eksekutif
Purwojaya Purwokerto dan Cilacap Cirebon, Purwokerto, Kroya, Cilacap Bisnis/Eksekutif
Sembrani Surabaya Pasarturi Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan Eksekutif
Taksaka Yogyakarta Cirebon, Ketanggungan, Prupuk, Purwokerto, Gombong, Kutoarjo Eksekutif
Bangunkarta Jombang Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang Eksekutif



Angkutan umum melalui stasiun Gambir :
  1. Mayasari Bakti: AC63 Pasar Baru-Bekasi (via Bekasi Barat)
  2. Mayasari Bakti: AC116 Senen-Poris Plawad (via Cikokol, Kebon Nanas)
  3. Mayasari Bakti: P7 Pulo Gadung-GrogolMayasari Bakti: P14 Tanah Abang-Tanjung Priok
  4. Mayasari Bakti: R507 Tanah Abang-Pulo Gadung
  5. PPD: P02 Cililitan-Kota
  6. PPD: NE02 Rawamangun-Grogol
  7. PPD: R916 Tanah Abang-Kampung Melayu
  8. DSU: P157 Senen-Poris Plawad (via Roxi, Grogol, Karawaci)
  9. Bianglala: AC44 Senen-Ciledug
  10. Kopaja: T502 Tanah Abang-Kampung Melayu
  11. Kopaja: P20 Senen-Lebak Bulus
  12. Metromini: P15 Senen-Bendungan Hilir
  13. AJA P: AC106 Senen-Poris Plawad (via Karawaci)
  14. AJA P: P106 Senen-Poris Plawad (via Karawaci)
  15. ARH: P100 Senen-Poris Plawad (via Cikokol, Kebon Nanas)
  16. Jasa Utama: P125 Blok M-Tanjung Priok
  17. Transjakarta: Koridor 2 trayek Pulogadung - Harmoni