Senin, 07 April 2014

GEDUNG DPR/MPR



GEDUNG DPR/MPR

Pemilu legislatif 2014 akan dimulai besok 9 April 2014. Para calon legislatif dari 15 partai peserta pemliu 2014 akan bertarung merebut hati rakyat untuk mendapatkan tempat mengisi kursi yang tersedia di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR), Senayan. Sebelumnya warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri sudah menyalurkan hak pilihnya mulai tanggal 30 Maret-6 April 2014. Seperti apa Gedung DPR/MPR itu? Inilah sekilas infonya


Gedung DPR/MPR



Gedung Dewan Perwakilan Rakyat/Majelis Permusyawaratan Rakyat (DPR/MPR) didirikan pada 8 Maret 1965. Saat itu, Presiden Soekarno mencetuskan untuk menyelenggarakan CONEFO (Conference of the New Emerging Forces) yang merupakan wadah dari semua New Emerging Forces. Anggota-anggotanya direncanakan terdiri dari negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, negara-negara Sosialis, negara-negara Komunis, dan semua Progresive Forces dalam kapitalis.

Conefo dimaksudkan sebagai suatu tandingan terhadap Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Melalui Keppres No. 48/1965, Soekarno menugaskan kepada Soeprajogi sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga (PUT). Menteri PUT kemudian menerbitkan Peraturan Menteri PUT No. 6/PRT/1965 tentang Komando Pembangunan Proyek Conefo.


PEMBANGUNAN
Bertepatan dengan Perayaan Dasa Warsa Konferensi Asia-Afrika pada 19 April 1965 dipancangkanlah tiang pertama pembangunan proyek political venues di Komplek Senayan Jakarta. Rancangan Soejoedi Wirjoatmodjo Dpl Ing ditetapkan dan disahkan presiden pada 22 Februari 1965. Maketnya menampakkan seluruh bangunan komplek dan rancangan aslinya tampak keseluruhan saat dipandang dari Jembatan Semanggi.

Ketika pembangunannya dilanjutkan oleh pemerintah Orde Baru pimpinan Presiden Soeharto, nuansa danau buatan tak tampak dan bangunan komplek terlihat ketika melewati Jalan Gatot Subroto. Ruang Arkada di bawah tanah ditiadakan dan luasnya menjadi 60 ha, dengan luas bangunan sekitar 80.000 m2.


GEDUNG
Komplek DPR/MPR terdiri dari Gedung Utama (Nusantara) yang berbentuk kubah, Nusantara I atau Lokawirasabha setinggi 100 meter dengan 24 lantai, Nusantara II, Nusantara III, Nusantara IV, dan Nusantara V. Di tengah halaman terdapat air mancur dan "Elemen Elektrik". Juga berdiri Gedung Sekretariat Jenderal dan sebuah Masjid. Atas amandemen Undang-undang Dasar 1945 (UUD'45), dalam Komplek DPR/MPR telah berdiri bangunan baru untuk kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Komplek DPR/MPR tersebut masuk dalam wilayah Kelurahan Senayan, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Sebelah barat berbatasan dengan Jalan Gelora, sebelah Selatan dengan Komplek Kantor Menteri Olahraga RI, Komplek Televisi Republik Indonesia (TVRI), dan Komplek Taman Ria Senayan, di sebelah Timur berbatasan dengan Jalan Gatot Subroto, dan Komplek Menteri Kehutanan di sebelah Utaranya.

Angkutan umum melalui Gedung DPR/MPR :
  1. Busway koridor 9 trayek Pinang Ranti - Pluit
  2. Busway koridor 1 trayek Blok M - Kota
  3. PPD  213 trayek Kampung Melayu - Grogol

Kamis, 16 Januari 2014

Bus Tingkat Pariwisata

 BUS TINGKAT  PARIWISATA (CITY TOUR BUS)


Hari ini Jakarta resmi memiliki bus tingkat pariwisata. Bus- bus tingkat tersebut akan melayani rute melalui beberapa objek wisata di Jakarta diantaranya Museum Nasional(Museum Gajah). 


Bus Tingkat Pariwisata (City Tour Bus)

Bus memiliki kapasitas 60 tempat duduk. Di bagian bawah, kursi yang tersedia berjumlah 18 dan di bagian atas 42. Kursi tersusun dalam dua baris. Bus tersebut juga memiliki jendela-jendela yang besar sehingga penumpang bisa melihat pemandangan di luar dengan leluasa. Bus ini juga dilengkapi dengan penyejuk udara dan 6 kamera CCTV. Warna Bus didominasi oleh warna ungu dan hijau dengan tulisan "Wisata Keliling Ibukota" dan "City Tour Jakarta" di badan bus. Setiap bus diawaki tiga orang yakni pengemudi, pemandu wisata, dan petugas keamanan. Waktu operasional jam 09:00 -21:00 WIB.

Setelah diresmikan, bus-bus tingkat tersebut masih dioperasikan dalam masa uji coba sampai tiga bulan kedepan dan penumpang yang naik tidak dikenakan biaya atau gratis.Setelah melewati masa uji coba, selanjutnya akan diterapkan sistem tiket. Sehingga, bagi yang ingin menaiki bus tingkat tersebut harus memiliki tiket terlebih dahulu.Tiket dapat diperoleh di hotel, bandara, dan pusat perbelanjaan.

Rute yang dilayani yakni : Bundaran HI-Medan Merdeka Barat-Harmoni-Juanda-Gedung Kesenian Jakarta-Gereja Kathedral-Masjid Istiqlal-Juanda-Medan Merdeka Utara-Istana Negara-Balai Kota-MH Thamrin-Bundaran HI.

Selanjutnya akan ada lagi rute tambahan untuk tahap kedua : Bundaran HI-Sudirman-Semanggi-Gatot Subroto-Hotel Sultan-JCC-TVRI-Hotel Mulia-Senayan (Plaza Senayan dan Senayan City)-Patung Pemuda-Sudirman-Semanggi-Bundaran HI.


Kamis, 09 Januari 2014

Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

 MONUMEN PANCASILA SAKTI LUBANG BUAYA


Museum Lubang Buaya itulah sebutan umum untuk kompleks tempat berdirinya monumen Pancasila Sakti, sebuah tempat di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, yang menjadi tempat pembuangan para korban Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia(G30S/PKI) yang terjadi tanggal 30 September 1965.

Monumen Pancasila Sakti dibangun untuk mengenang Peristiwa pengkhianatan Gerakan 30 September/PKI (G30S/PKI), upaya untuk menggantikan ideologi negara(Pancasila) dari ancaman ideologi komunis. Pada peristiwa ini gugur tujuh Pahlawan Revolusi setelah diculik dan dibunuh dengan kejam oleh orang PKI. Ketujuh Pahlawan Revolusi tersebut ialah Jenderal Ahmad Yani, Jenderal Siswandono Parman, Jenderal Suprapto, Jenderal Sutoyo Siswomiharjo, Jenderal MT Haryono, Jenderal Donald Ifak Panjaitan, dan Kapten Pierre Andreas Tendean. Ketujuhya diabadikan dalam bentuk patung yang berdiri pada sebuah alas yang berbentuk lengkung dengan relief yang menggambarkan peristiwa mulai prolog, kejadian, serta epilog dan penumpasan G30S/PKI.

Monumen Pancasila Sakti Lubang Buaya

Di areal kompleks Lubang Buaya ini terdapat :
  • Museum Pengkhianatan PKI yang menceritakan sejarah pemberontakan PKI  di berbagai daerah yang dilengkapi dengan foto-foto dan diorama.
  • Sumur Maut dengan kedalaman 12 meter dan diameter 75 cm, tempat membuang tujuh pahlawan revolusi
  • Rumah Penyiksaan para pahlawan revolusi  sebelum akhirnya dibunuh.
  • Pos Komando tempat perencanaan penculikan para pahlawan revolusi dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung.
  • Dapur Umum tempat penyediaan konsumsi bagi para anggota PKI
  • Museum Paseban menampilkan berbagai diorama tentang rapat persiapan pemberontakan, latihan sukarelawan PKI, peristiwa penculikan Letnan Jenderal Ahmad Yani, penganiayaan di Lubang Buaya, pengangkatan jenazah pahlawan revolusi dan lain-lain.
  • Ruang Teater tempat memutar rekaman proses pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi dan prosesi pemakaman jenazah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata.

    Sumur Maut


Jam Buka    :  09:00 - 16:00
Harga Tiket :   Rp. 5.000


Angkutan umum melewati Monumen Lubang Buaya :
  • Angkot K40 trayek Jati Asih - Kampung Rambutan turun di Monumen Lubang Buaya (Angkot ini melalui terminal Pinang Ranti)


Minggu, 01 Desember 2013

Gereja Katedral


 GEREJA KATEDRAL


Gereja Katedral Jakarta  merupakan sebuah gereja megah dengan gaya arsitektur neo-gotik khas Eropa. Bentuk bangunan gereja yang indah dan megah berhiaskan relief-relief cantik menjadi daya tarik utama Gereja Katedral. Selain bentuk dan desain yang unik, Gereja Katedral Jakarta juga memiliki berbagai koleksi yang menarik seperti patung, lukisan, pipe orgel, dan masih banyak lagi. 


LooGix
Gereja Katedral Jakarta
Dibangun sejak berabad-abad lalu. Sejarah pembangunan Gereja Katedral dimulai pada tahun 1826, ketika Leonardus Petrus Josephus Burggraaf Du Bus de Ghisignies yang menjabat sebagai Komisaris Jenderal di Batavia antara tahun 1825-1830 memerintahkan Ir. Tromp  merancang Gereja Katolik pertama di Batavia yang lahannya sekarang dipakai sebagai Gereja Katedral. Rancangan gereja baru berbentuk salib sepanjang 33 x 17 meter, namun karena kekurangan dana rencana tersebut tak pernah dilaksanakan. Akhirnya diputuskan merombak bangunan bekas kediaman panglima tentara Jenderal de Kock yang berada di area lahan tersebut  sehingga dapat digunakan sebagai gereja. Bangunan ini sebenarnya adalah gedung dengan sebuah ruangan luas di antara dua baris pilar. Di kedua sisi panjangnya dilengkapi dengan gang. Di tengah atap dibangun sebuah menara kecil enam persegi. Di sebelah timur sebagian dari rumah asli tetap dipertahankan untuk kediaman pastor dan di sebelah barat untuk koster. Altar Agungnya merupakan hadiah dari Komisaris Jenderal du Bus Ghisignies. Gereja yang panjangnya 35 meter dan lebarnya 17 meter ini pada tanggal 6 November 1829 diberkati oleh Monseigneur Prinsen dan diberi nama Santa Maria Diangkat ke Surga.

9 April 1890, 3 hari sesudah perayaan Paskah, bangunan gereja runtuh.

Pada pertengahan tahun 1891 mulai dilakukan peletakan batu pertama untuk memulai pembangunan kembali gereja yang runtuh.Bertindak selaku arsitek Pastor Antonius Dijkmans, SJ seorang ahli bangunan yang pernah mengikuti kursus arsitektur gerejani di Violet-le-Duc di Paris, Perancis serta Cuypers di Belanda. Setelah kurang lebih setahun berjalan pembangunan terpaksa dihentikan karena kurangnya biaya. Selain itu, pada tahun 1894 Pastor Antonius Dijkmans, SJ harus pulang ke Belanda karena sakit dan akhirnya meninggal dunia pada tahun 1922. Pembangunan dimulai kembali 16 Januari 1899 diarsiteki oleh M.J. Hulswit. Konstruksi besi kedua menara digambar dan dikerjakan oleh Ir. Van Es.

Ahirnya pembangunan gereja selesai, dan diresmikan oleh Mgr. Edmundus Sybradus Luypen, SJ, seorang Vikaris Apostolik Jakarta pada tanggal 21 April 1901.


Arsitektur & Eksterior Katedral

  • Arsitektur gereja dibuat dengan gaya neo gothik. Denah dengan bangunan berbentuk salib dengan panjang 60 meter dan lebar 20 meter. Pada kedua belah terdapat balkon selebar 5 meter dengan ketinggian 7 meter. Konstruksi bangunan ini dikerjakan oleh seorang tukang batu dari Kwongfu, China. konstruksi bangunan ini terdiri dari batu bata tebal yang diberi plester dan berpola seperti susunan batu alam. Dinding batu bata ini menunjang kuda-kuda kayu jati yang terbentang selebar bangunan.
  • Ada 3 menara di Gereja Katedral, yaitu: Menara Benteng Daud, Menara Gading dan Menara Angelus Dei. Menara ini dibuat dari besi. Bagian bawah didatangkan dari Nederland dan bagian atas dibuat di bengkel Willhelmina, Batavia.
  • Di menara gading terdapat jam yang pada mesinnya tertulis Van Arcken & Co.
  • Lonceng: Pada menara Benteng Daud terdapat lonceng yang dihadiahkan oleh Clemens George Marie van Arcken. Pada menara Gading terdapat lonceng yang lebih kecil dan disumbankan oleh Tuan Chasse. Lonceng yang terbesar bernama Wilhelmus yang merupakan hadiah dari Tuan J.H. de Wit.
  • Patung Kristus Raja: berada di halaman depan gereja.
  • Goa Maria: Bentuk fisiknya mirip dengan Goa Maria di Lourdes Perancis. Goa ini terdapat di halaman samping gereja.
  • Pintu Masuk Utama: terdapat patung Maria dan ada tulisan Beatam Me Dicentes Omnes' yang berarti "Semua keturunan menyebut aku bahagia".
  • Rozeta: merupakan jendela bercorak Rosa Mystica sebagai lambang dari Bunda Maria. Benda ini terletak di atas gerbang utama.


Interior Katedral

  • Serambi Gereja:
Pada pintu utama terdapat sebuah batu pualam yang isinya hendak memberitahu bahwa gereja ini didirikan oleh Arsitek Marius Hulswit 1899-1901. Pada tembok sebelah selatan terdapat pualam putih yang menjelaskan bahwa gedung ini digambarkan oleh Antonius Dijkmans. Pada sisi kiri terdapat monumen "Du Bus" yang dibuat di Belgia dan dipersembahkan kepada umat katolik.
  • Ruang Umat:
- Pieta: replika dari karya Michaelangelo yang menggambarkan Maria yang memangku jasad Yesus setelah diturunkan dari salib.
- Lukisan Jalan Salib: dilukis di atas ubin yang dibuat oleh Theo Malkenboet.
- Mimbar pengetahuan: hadiah dari Imamat Mgr Luypen yang didirikan oleh Pastor Wenneker".
- Pipe Orgel: dibuat di Belgia pada tahun 1988.
- Lukisan foto Uskup: Wajah para uskup dan lambang serta motto yang bisa dinikmati melalui lukisan yang tergantung di dinding dekat pintu samping kiri-kanan gereja.
  • Panti Imam:
- Patung Ignatius de Loyola: terdapat pada pilar sebelah kiri di depan Altar Utama.
- Patung Franciscus Xaverius: terdapat di sebelah kanan. Seorang misionaris terkenal.
- Katedra: Tempat duduk uskup sewaktu memimpin misa.
- Bejana Pemandian: Terbuat dari marmer
- Altar: Altar utama (berhiaskan relief dan patung ke-12 murid Yesus serta Ignatius de Loyola dan Franciscus Xaverius); Relekui pada ketiga altarnya; altar Maria (berhiaskan relief kehidupan Bunda Maria); dan Altar Yoseph (berhiaskan relief kehidupan Santo Yosep).

Museum Katedral

Museum ini diresmikan pada tanggal 28 April 1991 oleh Mgr Julius Darmaatmadja. Pembuatan museum Katedral diprakarsai oleh pastor kepala Katedral pada waktu itu, yaitu Pater Rudolf Kurris. Hal ini berawal dari rasa cinta Kurris terhadap sejarah dan benda-benda bersejarah. Menurutnya, benda-benda bersejarah itu dapat membangkitkan rasa kagum manusia terhadap masa lampau dan keinginannya menyalurkan pengetahuan dari generasi ke generasi.Museum Katedral Jakarta berada di balkon ruang utama gereja yang biasa digunakan untuk misa. Lantai balkon itu dahulu digunakan untuk koor gereja, namun kini dimanfaatkan untuk memajang koleksi museum. Dari lantai balkon ini bisa disaksikan ruang utama Katedral Jakarta yang digunakan untuk beribadah.Museum ini terbuka untuk umum.

Koleksi museum diantaranya:
 - Teks doa berbingkai: Dua versi buku misa berbahasa Latin yang dipakai pada masa pra-Vatikan II.
 - Mitra dan tongkat gembala Paus Paulus VI
 - Piala dan Kasula Paus Yohanes Paulus II
 - Replika Pastoran
 - Perangko
 - Lukisan dari batang pohon pisang karya Kusni Kasdut
 - Replika perahu Pastor P. Bonnike, SJ
 - Relikui santo & santa
 - Orgel Pipa asli katedral
 - Mebel antik
 - Alat musik
 - Jam bandul
 - Perlengkapan ibadah
 

Museum Katedral Jakarta
Jl. Katedral 7B, Jakarta Pusat
Telp.: (021) 3519 186, Faks.: (021) 3509 952

Buka setiap hari Senin, Rabu, Jumat, jam 10.00-12.00 WIB
Tiket masuk: gratis
Pengunjung harus berbusana rapi dan sopan




JADWAL MISA KATEDRAL JAKARTA
 
Misa Harian :
Pk.06.00 WIB
Pk.18.00 WIB

Misa Jumat Pertama :
Pk.06.00 WIB
Pk.12.00 WIB
Pk.18.00 WIB
 
Misa Sabtu :
Pk.18.00 WIB
 
Misa Minggu :
Pk.06.00 WIB
Pk.07.30 WIB
Pk.09.00 WIB
Pk.11.00 WIB
Pk.17.00 WIB
Pk.19.00 WIB

Angkutan umum yang melalui Gereja Katedral :
    - Busway Transjakarta Rute Harmoni - PGC turun di halte Juanda
    - Kereta Rel Listrik trayek Jakarta Kota - Bogor turun di stasiun Gambir






Senin, 11 November 2013

Stasiun Gambir

Stasiun Gambir merupakan stasiun kereta api terbesar di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Indonesia. Stasiun ini terletak di Jalan Medan Merdeka Timur No.19-27 (Silang Merdeka Tenggara), Jakarta Pusat. Stasiun ini dibangun pada dasawarsa 1930-an dengan nama Stasiun Koningsplen dan mendapatkan renovasi secara besar-besaran pada 1990-an. Stasiun Gambir beroperasi selama 24 jam dan melayani transportasi kereta api untuk tujuan-tujuan utama di Pulau Jawa seperti Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Solo, dan kota lainnya.

Di stasiun Gambir tersedia porter atau kuli angkut bagi penumpang guna membantu para penumpang untuk membawakan barang-barang mereka. Para porter tersebut memakai seragam berwarna merah dengan tulisan “Gambir” sebagai tanda porter resmi di Stasiun Gambir. Selain itu, Stasiun ini menyediakan stand penitipan barang dan penukaran mata uang bagi penumpang. Penumpang juga tidak perlu khawatir mengenai angkutan umum karena tersedia loket pemesanan taksi perusahaan Blue Bird Grup di pintu keluar. Fasilitas lainnya yaitu tersedianya bus DAMRI tujuan Bandara Soekarno Hatta. Dan untuk memastikan keamanan stasiun, para petugas keamanan selalu siap siaga, baik di loket maupun di peron. Hal ini dilakukan untuk menjamin para penumpang dari tindakan kriminal.

Stasiun Gambir terdiri dari tiga lantai. Lantai pertama terdapat Aula Utama, loket, toko, mesin ATM, serta beberapa restoran cepat saji seperti CFC, dan lainnya. Lantai kedua merupakan ruang tunggu dengan beberapa restoran dan kafetaria, sedangkan peron berada pada lantai ketiga.

Kereta yang diberangkatkan dari stasiun Gambir antara lain :

Kereta Tujuan Stasiun Pemberhentian Kelas
Argo Bromo Anggrek Surabaya Pasarturi Cirebon, Pekalongan, Semarang Tawang Eksekutif Argo
Argo Dwipangga Solo Balapan Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta Tugu, Klaten Eksekutif Argo
Argo Lawu Solo Balapan Cirebon, Purwokerto, Kebumen, Yogyakarta Tugu, Klaten Eksekutif Argo
Argo Muria Semarang Tawang Cirebon, Tegal, Pekalongan Eksekutif Argo
Argo Parahyangan Bandung Purwakarta, Padalarang Eksekutif Argo
Argo Sindoro Semarang Tawang Cirebon, Tegal, Pekalongan Eksekutif Argo
Bima Surabaya Gubeng Via Yogyakarta Tugu Jatibarang, Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta Tugu, Solo Balapan, Madiun, Jombang, Mojokerto Eksekutif
Cirebon Ekspres Cirebon dan Tegal Jatibarang, Cirebon, Babakan, Losari, Tanjung, Brebes, Tegal Eksekutif/Bisnis
Gajayana Malang Cirebon, Purwokerto, Gombong, Kutoarjo, Yogyakarta Tugu, Solo Balapan, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, Wlingi, Kepanjen Eksekutif
New Argo Jati Cirebon Jatibarang Eksekutif
Purwojaya Purwokerto dan Cilacap Cirebon, Purwokerto, Kroya, Cilacap Bisnis/Eksekutif
Sembrani Surabaya Pasarturi Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan Eksekutif
Taksaka Yogyakarta Cirebon, Ketanggungan, Prupuk, Purwokerto, Gombong, Kutoarjo Eksekutif
Bangunkarta Jombang Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang Eksekutif



Angkutan umum melalui stasiun Gambir :
  1. Mayasari Bakti: AC63 Pasar Baru-Bekasi (via Bekasi Barat)
  2. Mayasari Bakti: AC116 Senen-Poris Plawad (via Cikokol, Kebon Nanas)
  3. Mayasari Bakti: P7 Pulo Gadung-GrogolMayasari Bakti: P14 Tanah Abang-Tanjung Priok
  4. Mayasari Bakti: R507 Tanah Abang-Pulo Gadung
  5. PPD: P02 Cililitan-Kota
  6. PPD: NE02 Rawamangun-Grogol
  7. PPD: R916 Tanah Abang-Kampung Melayu
  8. DSU: P157 Senen-Poris Plawad (via Roxi, Grogol, Karawaci)
  9. Bianglala: AC44 Senen-Ciledug
  10. Kopaja: T502 Tanah Abang-Kampung Melayu
  11. Kopaja: P20 Senen-Lebak Bulus
  12. Metromini: P15 Senen-Bendungan Hilir
  13. AJA P: AC106 Senen-Poris Plawad (via Karawaci)
  14. AJA P: P106 Senen-Poris Plawad (via Karawaci)
  15. ARH: P100 Senen-Poris Plawad (via Cikokol, Kebon Nanas)
  16. Jasa Utama: P125 Blok M-Tanjung Priok
  17. Transjakarta: Koridor 2 trayek Pulogadung - Harmoni

Minggu, 03 November 2013

Taman

Taman adalah sebuah tempat yang tertata dengan konsep yang dapat membuat pengunjungnya nyaman, serta biasanya ditumbuhi berbagai macam pohon dan bunga. Taman menjadi paru-paru kota yang bertugas menyerap polutan, karbondioksida dan memproduksi oksigen. Dari segi ekologis, taman memiliki peran ganda, yakni sebagai daerah resapan air yang berfungsi mengendalikan banjir, limpasan air laut (rob), konservasi air tanah, dan penurunan muka tanah.

Membaiknya kualitas dan bertambahnya jumlah taman kota memiliki nilai ekonomi karena meningkatkan kualitas kehidupan kota. Banjir menurun, pencemaran berkurang, serta udara menjadi lebih bersih dan segar. Warga pun menjadi lebih sehat sehingga mengurangi beban biaya kesehatan, pada akhirnya produktivitas warga turut meningkat.Keberadaan taman kota juga dapat meningkatkan harga jual lahan di sekitarnya.

Taman juga berfungsi sebagai tempat berinteraksi warga sekitarnya dan salah satu empat yang direkomendasikan untuk menghilangkan penat setelah beraktivitas seharian.

Ada sekitar 350 taman di Jakarta. Beberapa diantaranya yang layak dikunjungi adalah :


1. Taman Suropati, Jakarta Pusat

Taman Suropati semula bernama Burgemeester Bisschopplein), diambil dari nama Walikota Batavia pertama G.J. Bisshop (1916-1920). Taman ini merupakan pusat kawasan Menteng, berada tepat di antara pertemuan tiga jalan utama yaitu Menteng Boulevard (Jl. Teuku Umar), Orange Boulevard (Jl. Diponegoro) dan Nassau Boulevard (Jl. Imam Bonjol). Pada mulanya berbentuk bukit, kemudian dipangkas dan sebagian tanahnya dibuang ke Jl. Besuki. Lapangan ini mulai ditanami pohon maupun bunga sejak 1920. Lapangan yang kini disebut sebagai Taman Suropati ini sejak tahun 1920 sudah menggantikan lapangan bundar yang luas dalam Rencana Moojen. Taman Suropari yang rindang, sejak beberapa tahun yang lalu dihiasi dengan patung-patung karya pematung dari negara-negara ASEAN yakni :
   a. "Peace-Harmony And One" oleh Lee Kian Seng dari Malaysia
   b. "The Spirit of ASEAN" oleh Wee Beng Chong dari Singapura
   c. "Peace" oleh Sunaryo dari Indonesia
   d. "Fraternity" oleh Nonthivathn Chandhanaphalin dari Thailand
   e. "Harmony" oleh Awang Hj Latirf Aspar dari Brunei Darussalam
   f. "Rebirth" oleh Luis E. Yee Jr (Junyee) dari Filipina

Taman ini berdampingan dengan rumah Dinas Wakil Presiden RI terletak di seberang kanan taman, rumah dinas Duta Besar Amerika Serikat yang terletak persis di seberang taman sisi Barat, Rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta terletak di sisi Utara Taman, Kantor Gedung Bappenas terletak di seberang depan taman, Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang terletak hanya 50 meter di seberang kiri taman dan Gedung Komisi Pemilihan Umum disebelahnya. Yang ingin shalat bisa ke Masjid Sunda Kelapa terletak di belakang Gedung Bappenas atau yang ingin misa bisa ke gereja Paulus di sebelah kanan Gedung Bappenas.

Angkutan umum yang melewati taman :
   a. Bus PPD 213 trayek Kampung Melayu - Grogol
   b. Bus 67 trayek Senen- Blok M



2. Taman Situlembang, Jakarta Pusat

Taman Situ Lembang berada berdekatan dengan Taman Suropati dan Taman Menteng, tepatnya di jalan Taman Lembang, Kawasan Menteng, Jakarta Pusat.(tidak jauh dari Jalan Surabaya). Berbentuk oval dengan danau buatan di tengahnya, berada di atas lahan seluas sekitar 14.700 meter persegi.Taman Situ Lembang dilengkapi dengan fasilitas bangku taman, tempat bermain untuk anak-anak, jogging track, danau buatan, toilet dan tempat parkir motor/mobil.Teratai di danau semakin menambah pesona Taman Situlembang. 
Kegiatan memancing ternyata tidak dilarang di taman ini. Untuk menuju Taman Situ Lembang tidak terdapat angkutan umum dan hanya dapat diakses dengan kendaraan pribadi dikarenakan lokasi taman ini cukup tersembunyi  berada di dalam komplek perumahan Menteng.Jika menggunakan Kereta Rel Listrik bisa turun di Stasiun Cikini dan berjalan kira-kira 1 km.



3. Taman Menteng, Jakarta Pusat



Taman Menteng. Taman yang diresmikan  Pemprov DKI Jakarta pada 28 April 2007, berlokasi di jalan raya HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakarta Pusat.

Taman ini dibangun di atas lahan seluas 30 hektar, memiliki konsep sedikit berbeda dengan taman-taman kota lainnya. Selain mewadahi lebih dari 30 spesies tanaman hias, Taman Menteng juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti arena bermain untuk anak, lapangan futsal dan lapangan basket. Selain itu, 44 buah sumur resapan pun dibangun di area taman sebagai serapan air hujan.

Taman ini juga memiliki dua bangunan rumah kaca yang bisa digunakan sebagai ruang pameran atau berbagai event lainnya. Di sudut kanan area, terdapat bangunan gedung berlantai empat untuk area parkir.

Sebelum Taman Menteng berdiri, lahan yang berada di pusat kota Jakarta ini adalah markas besar tim kesebelasan kebanggaan warga Jakarta, Persija. Stadion ini pertama kali didirikan tahun 1921 oleh dua orang arsitek asal Belanda, F.J. Kubatz dan P.A.J. Moojen. Dalam sejarah persepakbolaan Indonesia, stadion ini telah melahirkan sejumlah pemain legendaris, seperti Djamiat Kaldar, Abdul Kadir, Iswadi Idris, Anjas Asmara, dan Ronny Pattinasarani.

4. Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat
Taman ini dibangun di atas lahan seluas 4,5 hektar.Berlokasi di Jalan Lapangan Banteng Jakarta Pusat tidak jauh dari Stasiun Gambir, berdampingan dengan Departemen Agama, gereja Katedral, dan hotel Borobudur.

Didalam terdapat monumen Pembebasan Irian Barat .Dua air mancur menghiasi taman ini yang dilengkapi dengan patung angsa yang diukir dari batu alam.Taman ini juga dilengkapi lapangan sepak bola dan lapangan basket, fasilitas arena bermain anak, jogging track, dan bangku taman.


 
Dahulu tempat ini adalah Terminal Lapangan Banteng yang merupakan salah satu terminal tersibuk di ibukota melayani rute dalam kota dan antar kota, sebelum akhirnya ditutup tahun 1985 dan dirubah fungsinya menjadi taman.

Angkutan umum yang melewati taman :
   a. Mikrolet M01 trayek Kampung Melayu Senen
   b .Metro Mini P11 trayek Taman Solo - Senen
   c. Metro Mini P15 trayek Senen - BLok M
   d. Busway Koridor 2 trayek Pulogadung - Harmoni





5. Taman Monas, Jakarta Pusat


Taman ini dibangun di atas lahan seluas 80 hektar menjadikannya taman terluas di Jakarta. Berlokasi di jantung ibu kota berdampingan dengan istana negara di Utara dan balaikota Jakarta di Selatan.Taman ini merupakan taman yang mengelilingi Monumen Nasional (Monas).

Taman Monas dilengkapi dengan banyak lampu hias. Taman Monas juga menyediakan Jogging track, jalan batu terapi, air mancur, lapangan futsal, lapangan basket, bangku taman, dan arena bermain anak. Di sebelah Selatan ditempatkan rusa-rusa yang khusus didatangkan dari istana Bogor.Tak hanya itu di area selatan pada ujung barat, ada pula bangunan yang diperuntukkan untuk muda-mudi berfitness. Ada landasan untuk melakukan sit-up dengan penjepit kaki. Ada tembok untuk angkat badan, dan sebagainya.
Ada juga  kandang burung merpati di taman ini. Jika seseorang lewat di bawah mereka, puluhan burung ini bagai terkomando serentak meninggalkan kandang masing-masing. Suara kepak sayap merpati bergemuruh mengejutkan orang-orang yang melintasinya. Mereka terbang menghampiri, seakan hendak mengeroyok. Mengerumuni kaki, atau terbang berputar-putar di atas kepala, berharap butir-butir jagung ditebar.

Di sebelah Barat ada air mancur “menari”. Air mancur akan mengikuti irama musik sesuai dengan iringan musik yang berkumandang, ditambah dengan permainan serta pancaran sinar laser membentuk berbagai macam adegan serta ragam yang merupakan tempat paforit bagi kaum muda mudi ketika berkunjung ke taman monumen nasional ini. Atraksi ini biasanya setiap hari Sabtu mulai pukul 19.00. 

 Angkutan umum yang melewati taman :
    a. Busway Koridor 2 trayek Pulogadung - Harmoni turun di halte Balai Kota atau halte Gambir 2
    b. Busway koridor 1 trayek Blok M kota turun di halte Monumen Nasional
    c. Kereta Rel Listrik turun di stasiun Gambir

6. Taman Ayodya, Jakarta Selatan

Taman Ayodya berdiri di lahan seluas 7.500 meter persegi di sebuah lahan bekas pertokoan bunga dan pasar ikan hias. Di tengah taman dibuat danau seluas 1.500 meter persegi. Terletak di Jalan Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman ini berdekatan dengan pusat perbelanjaan Plaza Blok M, Pasar Burung Barito, Mal Kebayoran Baru, Pasar Taman Puring


Taman Ayodya ini rencananya juga akan dilengkapi dengan fasilitas internet nirkabel dan fasilitas untuk mendukung penyandang cacat dengan membangun jalur khusus dan toilet khusus penyandang cacat.

Jogging, memberi makan ikan di danau, main sepatu roda, melihat air mancur atau sekedar duduk bersantai merupakan kegiatan yang bisa dilakukan di taman ini.
 

Karena kurangnya lahan parkir, pengunjung biasanya memarkirkan kendaraannya di gedung di seberang taman Ayodya.

Angkutan umum yang melewati taman :
    a. Metro Mini 69 trayek Blok M –Cileduk 
    b. Metro Mini 74 trayek Blok M – Rempoa
    c. Metro Mini 71 trayek Blok M – Kodam – Bintaro
    d. Metro Mini 79 trayek Blok M – Lebak Bulus
    e. Kopaja 614 trayek Pasar Minggu – Cipulir
    f.  Kopaja 08 Pasar Minggu – Tanah Abang



t;a href='http://imgads.night-hawk.net/ck.php?n=a988bd67&cb=863930173' target='_blank'><img src='http://imgads.night-hawk.net/avw.php?zoneid=97&cb=863930173&n=a988bd67' border='0' alt='' /></a>

7. Taman Langsat, Jakarta Selatan


Taman Langsat berdiri di atas lahan seluas 2 hektar. Terletak di jalan Langsat, Kelurahan Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Langsat berhadapan langsung dengan Taman Ayodya.

Taman Langsat dilengkapi dengan fasilitas toilet, jogging track, sarana refleksi, tempat bermain anak-anak, tempat duduk atau bangku taman, aula atau gedung pertemuan, pembibitan tanaman dan bunga, serta tempat parkir (mobil dan motor). Lampu taman dibuat mirip seperti di taman Ayodya.

Saat ini pemerintah provinsi DKI Jakarta sedang menata taman Langsat dan slesai paling lambat Desember 2013

 Angkutan umum yang melewati taman :
    a. Metro Mini 69 trayek Blok M –Cileduk 
    b. Metro Mini 74 trayek Blok M – Rempoa
    c. Metro Mini 71 trayek Blok M – Kodam – Bintaro
    d. Metro Mini 79 trayek Blok M – Lebak Bulus
    e. Kopaja 614 trayek Pasar Minggu – Cipulir
    f.  Kopaja 08 Pasar Minggu – Tanah Abang


8. Taman Leuser, Jakarta Selatan

Terletak di jalan Lauser, Kelurahan Gunung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (bersebelahan dengan RS. Pertamina). Taman Leuser berdiri di lahan seluas 3000 meter persegi dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Jakarta. Konsep aslinya hanya sebagai ladang penghijauan untuk kota Jakarta. Karenanya, taman ini hanya dilengkapi dengan bangku taman saja. Fasilitas olahraga sejauh ini belum ada. Masuk ke lokasi ini tidak dipungut biaya.

 Angkutan umum yang melewati taman :
    a. Metro Mini S69 trayek Blok M – Cileduk
   b. Metro Mini S74 trayek Blok M – Rempoa
   c. Metro Mini S71 trayek Blok M – Bintaro
   d. Metro Mini S79 trayek Blok M – Lebak Bulus
   e. Kopaja S614 trayek Pasar Minggu – Cipulir
   f. Kopaja 08 trayek Pasar Minggu – Tanah Abang

9. Taman Puring, Jakarta Selatan

Terletak di jalan Kyai Maja Taman Puring, Kelurahan Keramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Lokasi taman ini bersebelahan dengan Pasar Taman Puring. Taman Puring yang berada di tepi jalan ini berdiri dilahan seluas 13.000 meter persegi. Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Taman Puring dilengkapi dengan saranan Jogging track, bangku taman, toilet, dan tempat bermain untuk anak-anak.

10. Taman Srengseng Sawah, Jakarta Selatan
11. Hutan Kota Joglo, Jakarta Barat
12. Taman Kebon Pisang Tomang, Jakarta Barat.

.
















Minggu, 27 Oktober 2013

Jakarta Maraton 2013

Hari ini perlombaan Jakarta Maraton 2013 berhasil digelar, diikuti 5.500 pelari dalam dan luar negeri.Perlombaan ini terdiri dari beberapa kategori, yakni lima kilometer, 10 kilometer, half marathon (21 kilometer) dan full marathon (42 kilometer) serta maratoonz yang khusus untuk anak-anak

William  Chebor, pelari asal Kenya, berhasil tampil sebagai juara pertama kelompok pria dengan waktu tempuh 2:14:30, dan  berhak membawa pulang hadiah US$ 40.000 atau lebih dari Rp 400 juta. Posisi kedua ditempati Stephen Tum, juga dari Kenya dengan catatan waktu 2:15:35 dan hadiah US$ 20.000. Posisi ketiga diraih Chelimo Kipkemoi, juga dari Kenya, dengan catatan waktu 2:17:06 dan hadiah US$12.000.


Adapun pemenang full marathon putri yaitu Mulu Seyfu dari Ethiopia dengan catatan waktu 2:42:57. Posisi kedua ditempati Diana Sigei dari Kenya dengan catatan waktu 2:43:39. Dan, tempat ketiga diraih Mercy Jelimo Foo dari Kenya dengan catatan waktu 2:44:18.


Acara Jakarta Marathon 2013 merupakan kerja bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta